
Home

Perhimpunan Djemaat Kristus Gereja Methodist Wesley
The church Methodist Wesley Indonesia was born on March 24 1970 by the name of the Association of Djemaat Christ the Methodist Wesley. Church in was opened by the Deceased Bishop Pdt Dr MPH Romalbest Silitonga only because of the Lord wanted him to leave the Church of MEthodist Indonesia (GMI) because the system and the conduct of religious duties and the doctrine were in GMI felt by him was again inappropriate with the beginning point of view of John Wesley.|
It was the session shepherd of the Sukaria congregation. Repented in GKPB (the Kristen Perjanjian Baru Church) was supervised by the guidance of Pdt Rudin Aruan. Baptise water in GBI Kemah Daud Medan. Began the Service in GKKD Bandung Pusat during 1996 and could pengutusan to GKKD Pekanbaru in 1997 the middle dam continued to go to class there. Began the service in the Puian Penyembahan team and Misi. and in 2000 was believed by the service to tend GKKD Pintuangin Pekanbaru with the congregation 89 % was the Nias ethnic group. Back to Medan with the envoy GKKD Pekanbaru as the GKKD Centre in Sumatra to supervise GKKD in NAD and North Sumatra in 2004. Because of the wish that was strong to develop again the Lord's service in the Church where the size family in chose and was called to tend. Pastor Romalbest underwent his service in two places that is GKKD and GMWI. until one day himself must choose between GKKD and GMWI. With the Prayer and the Fast humiliated itself opposite the Lord PAstor Romalbest got the answer to choose GMWI that was unsteady from the aspect of management and the Lord's promise, DIA will pick up high this church to become the Tongue for many churches. |
PELAYAN PENDAMAIAN
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. (Rom 12:18)
Kita semua mengakui bahwa tidak mudah untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Jangankan jemaat, bahkan hamba Tuhan sekalipun banyak yang tidak sanggup untuk melakukan ayat ini. Namun yang penting untuk kita renungkan adalah bukan masalah sanggup atau tidak, melainkan mau atau tidak Saudara dan saya hidup dalam perdamaian dengan semua orang.
Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” ( Matius 24:32-36)
Injil Matius pasal 24 & 25 adalah dua pasal yang paling penting dalam menghadapi datangnya hari-hari terakhir, sebelum dan setelah kedatangan Tuhan Yesus untuk kali kedua di bumi ini. Dalam kedua pasal ini Tuhan Yesus memberitahukan tanda-tanda kedatanganNya yang kedua dan apa yang akan terjadi setelah itu. KedatanganNya yang pertama sudah digenapi 2.000 tahun yang lalu, dimana Ia lahir sebagai Juruselamat dunia dan saat ini kita semua sedang menantikan kedatanganNya yang kedua dimana Ia akan datang untuk memerintah dunia selama 1.000 tahun sebagai Raja diatas segala raja.
